Rilis 22 November 2017 di bioskop Indonesia, popularitas film Coco tampaknya masih bertahan hingga pengujung akhir tahun 2017. Film animasi besutan Disney Pixar ini memang cukup menyita perhatian. Tak sekadar menampilkan petualangan Miguel, anak laki-laki berusia 12 tahun yang berjuang mewujudkan mimpinya sebagai pemusik, ‘Coco’ menampilkan banyak hal menarik tak terduga, Nonton Film Coco sebagaimana ulasan berikut ini. Kedekatan Nenek dan Cucu Tiada mimpi lain yang ingin diwujudkan Miguel, selain menjadi seorang pemusik. Mimpinya bulat, bagaimana pun ia ingin menjadi musisi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz, yang tak lain adalah musisi legendaris Meksiko. Sayangnya mimpi Miguel ditentang keluarganya. Ia dilarang keluarganya bermain musik, kecuali nenek buyutnya yang tak lain adalah Mamá Coco atau Coco.
Petualangan di Dua Dunia Siapa kira jika petualangan Miguel selanjutnya bakal lebih seru. Ia menjadi manusia pertama yang berkunjung ke Dia de los Muertos, sebuah dunia yang berisikan arwah orang-orang yang sudah meninggal. Land of the Dead ini menjadi kompilasi dua dunia, selain Land of the Living yang ditayangkan dalam film Coco. Selain itu, latar tempat dalam film ini juga kental dengan budaya Meksiko. Sampai-sampai kota tempat tinggal Miguel pun dibangun secara fiktif dalam film ini sebagai Santa Cecilia. Kental dengan Budaya Meksiko Di Meksiko tradisi menghormati dan mengenang kembali memori anggota keluarga yang telah meninggal dunia, memang terjadi. Tradisi tersebut diberi nama Dia de Muertos. Dalam tradisi ini pula, diyakini jika selain dunia tempat orang-orang hidup, Nonton Film Gratis ada dunia berbeda tempat orang yang sudah meninggal. Orang Meksiko percaya jika kedua dunia yang berbeda tersebut, berjalan beriringan secara harmonis. Uniknya, pada satu hari tertentu setiap tahunnya, kedua dunia tersebut menyatu secara ajaib. Penyatuan tersebut digambarkan sebagai reuni keluarga besar lintas dunia. Dengan dipenuhi warna, musik serta suka cita, film Coco berhasil memvisualisasikannya.
Dibuat Selama 6 Tahun Guna mewujudkan film Coco, tim Disney Pixar perlu terlebih dulu melakukan kunjungan juga riset langsung di Meksiko. Hal tersebut dilakukan sejak 2011. Bahkan, untuk menghidupkan cerita di dalamnya, pihak Disney Pixar sampai berkonsultasi dengan tim budaya. Hasilnya, sebuah kota fiksi bernama Santa Cecilia mampu diwujudkan secara akurat, seperti museum, pasar, plas, gereja, hingga kuburan pun dibikin secara detail. Kejutan dari Olaf Kejutan lain sebenarnya juga datang, bahkan sebelum film Coco mulai diputar. Benar saja, sebuah film pendek berdurasi 21 menit sengaja ditayangkan lebih dulu. Nonton Film Online Film tersebut menceritakan petualangan menemukan tradisi keluarga yang hilang, juga munculnya karakter favorit pemenang Oscar 2013. Apalagi kalau bukan Frozen. Momen unik tersebut akan dihadirkan dalam film pendek berjudul Olaf’s Frozen Adventure. Usahakan jangan sampai terlambat masuk bioskop, agar baik film pendek maupun film Coco-nya, bisa kamu nikmati secara total.